Home / Profil Raudhatul Ulum / Sistem Pendidikan / Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga

Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga

12990911_115673835501928_8307094823769435435_nA. Sistem Pendidikan

Untuk mencapai tujuan pendidikan yang digariskan, Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga menerapkan “Sistem Pendidikan Islam Terpadu dan Berkesinambungan (SPITS). Secara formal santri/wati dibina melalui jalur madrasah/sekolah yang dikelola oleh pengurus madrasah/sekolah, wali kelas dan dewan guru yang professional, alumni perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Waktu diluar jam formal dimanfaatkan untuk pengembangan minat dan bakat dalam wadah ekstra kurikuler yang dibagi sesuai dengan bidang pilihan santri/wati. Pembinaan di asrama yang dikelola oleh bagian kesiswaan difungsikan sebagai pengawasan dan pemantauan santri/wati dalam proses penerapan ilmu dan latihan amal Islami dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bagian kesiswaan dalam melaksanakan programnya di bantu oleh Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Raudhatul Ulum (OP3RU), yang direkrut para santri/wati senior.

_DSC0160B. Kurikulum Pendidikan

Pondok Pesantren Raudhatul Ulum dalam menjalankan program pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka pesantren menerapkan program kurikulum TERPADU antara kurikulum Kementerian Agama, Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional dan kurikulum pesantren yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan untuk dapat bersaing di dalam dan luar negeri.
Pendidikan di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum memberikan perhatian yang besar pada pengajaran bahasa Arab dan Inggris secara aktif. Kedua bahasa tersebut, selain dijadikan bahasa pengantar sebagian besar mata pelajaran, juga dijadikan bahasa percakapan harian santri. Bahasa Arab dipandang amat penting, karena ia Bahasa Al-Qur’an dan As-Sunnah disamping merupakan bahasa komunikasi dunia Islam, sedangkan bahasa Inggris dianggap penting karena merupakan bahasa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta bahasa komunikasi internasional. Dengan kemampuan berbahasa tersebut banyak alumni PPRU yang melanjutkan pendidikannya di luar negeri.

_DSC0031C. Jenjang Pendidikan

 1. Pendidikan Formal

a. Taman Kanak-Kanak Islam Raudhatul Ulum (TAKIRU), masa pendidikan 3 (tiga) tahun Status Terdaftar di Diknas Nomor : 5132/I.11.4/DS/1998 tanggal 30 November 1998.
b. Madrasah Ibtidaiyah Raudhatul Ulum (MIRU), masa pendidikan 6 (enam) tahun. Terakreditasi A pada Departemen Agama RI pada tahun 2008.
c. Madrasah Tsanawiyah Raudhatul Ulum (MATSARU),2 masa pendidikan 3 (tiga) tahun. Terakreditasi A pada Departemen Agama RI pada tahun 2007. Terakreditasi pada Universitas Al-Azhar Cairo Mesir No. 241 tanggal 29 Sepember 1997 dan pada Universitas Islam Madinah No. 2476/1423 H.

d. Madrasah Aliyah Raudhatul Ulum (MARU), masa pendidikan 3 (tiga) tahun. Terakreditasi A pada Departemen Agama RI No.C.Kw.06/08/MA/017/2006, tanggal 26 Maret 2006. Terakreditasi pada Universitas Al-Azhar Cairo Mesir No. 241 tanggal 29 Sepember 1997 dan pada Universitas Islam Madinah No. 2476/1423 H._DSC0028

e. Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Raudhatul Ulum (SMPIT RU), masa pendidikan 3 (tiga) tahun. Terakreditasi A Pada Diknas.
f. Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Raudhatul Ulum (SMAIT RU), masa pendidikan 3 (tiga) tahun. Terakreditasi B Pada Diknas.
g. Madrasah Tahfizhul Qur’an Lil Aulad Raudhatul Ulum (MATQULARU)
h. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raudhatul Ulum (STITRU)
– Terdaftar pada Departemen Agama RI No. Dj.1/220.D/2007.
– Jurusan PAI (S1)
– Sejarah singkat Sekolah Tinggi, pertama kali dibuka tanggal 10 September 1991, sekaligus tanggal tersebut dijadikan momentum berdirinya STAIRU. Bulan Juni 2007 Mendapatkan akreditasi dari DEPAG RI dan berubah menjadi STITRU (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raudhatul Ulum).

172. Pendidikan Informal / Nonformal

Pondok Pesantren Raudhatul Ulum juga melakukan pembinaan di luar jam formal berupa kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler di kampus Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga ada yang bersifat rutin harian, pekanan, bulanan dan tahunan. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :
– Pembinaan mufrodat (menambah kosa kata) bahasa arab dan inggris
– Muhadatsah (percakapan) dalam bahasa Arab dan Inggris
– Olahraga dan Kesehatan
– Halaqoh Qur’an
– Pembinaan berjenjang (mentoring)
– Khitobah dalam 3 (tiga) bahasa dan Pelatihan dakwah
– Seni dan Budaya Islam
– Kursus komputer dan internet (ITC)
– Seni Beladiri
– Kepanduan / Pramuka
– Outbond
– Life skill
– Kuliah Jum’at dan kuliah Shubuh
– Shalat wajib di masjid
– Qiyamul lail
– Shaum sunnah
– Tahfizhul Qur’an dan pengkajian ilmu-ilmu Al-Qur’an
– Mukhoyyam dan super camp
– Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT)
– Jurnalistik
– Pelatihan ilmu-ilmu kemasyarakatan (ngaji berirama, tahlilan, berzanji)
– Pendidikan Organisasi, leadership dan management
– Kunjungan Edukatif
– Jaringan Topik
– Seni Nasyid
– Rihlah Tarbawiyah (study tour)
– Temu Pakar
– A Be Master
– Karya Tulis Ilmiah, dll
Kegiatan-kegiatan tersebut ada yang bersifat wajib dan ada yang bersifat pilihan sesuai dengan minat dan bakat yang ingin dikembangkan sehingga melahirkan kemampuan yang profesional dibidangnya masing-masing. Program ekstrkurikuler tersebut dikelola bersama oleh bidang kesiswaan pesantren, kesiswaan madrasah/sekolah dan Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Raudhatul Ulum (OP3RU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *