Home / Info Kegiatan / Siswa SMP Islam Terpadu Raudhatul Ulum Studi Lingkungan di Dinas Kehutanan Sumsel

Siswa SMP Islam Terpadu Raudhatul Ulum Studi Lingkungan di Dinas Kehutanan Sumsel

P_20160526_112623

Sebanyak delapan Bus Angkutan Khusus membawa 300 siswa SMP Islam Terpadu Raudhatul Ulum Desa Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kamis (26/5) memasuki Kantor Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel di Jalan Kol H Barlian Km 6 Palembang.
Kunjungan ratusan siswa itu dalam rangka Studi Lingkungan dengan fokus bahasan memahami hutan dan upaya rehabilitasi lahan pasca terjadi kebakaran beberapa waktu lalu.

Rombongan diterima Kabid Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dishut Sumsel Sutomo S.Hut, MSi mewakili Kadishut Sumsel Ir Sigit Wibowo yang sedang dinas di luar kota.

Siswa dan guru pendamping langsung ditempatkan di ruang pertemuan. Untuk siswi disiapkan kursi sedangkan bagi siswa duduk lesehan.

Susanto, salah satu guru pendamping SMP Islam Terpadu Raudhatul Ulum mengatakan, kedatangan siswa ke Dinas Kehutanan dalam rangka kunjungan edukasi yang bertujuan untuk memberikan wawasan secara langsung kepada siswa.

“Misalnya, terkait tata cara penanaman, pembibitan dan rehabilitasi lahan. Informasi ini penting untuk dicari tahu
karena siswa bagian dari masyarakat, yang diharapkan menaruh perhatian besar terhadap lingkungan,” katanya.

Terlebih, ungkap Susanto, Raudhatul Ulum memiliki lahan seluas 60 hektare, sedangkan untuk SMP saja diberikan lahan 4-5 hektare.

“Kita punya konsep menjadikan lahan yang ada menjadi kampus hijau dan asri,” katanya.

Menanggapi kunjungan itu, Sutomo menilai kehadiran siswa ke Dinas Kehutanan merupakan hal positif sebagai wahana penambahan ilmu pengetahuan, terkait mengenai hutan.

“Hutan ini tidak sesederhana yang kita paham saat ini,” katanya.

Menurut Sutomo, hutan tidak sekedar tumbuhnya tanaman, tetapi hutan memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya, hutan bisa memproduksi oksigen, hutan bisa menyerap dan menyimpan air, hutan bisa memecahkan angin, hutan mencegah dari bencana banjir dan longsor dan hutan menjadi sumber kehidupan serta mencegah pemanasan global.

Diakhir pertemuan, Sutomo menyerahkan 300 bibit tanaman untuk ditanam di lingkungan sekolah. Selain itu, diharapkan siswa ikut menjaga hutan bersama masyarakat dan keluarga.

Sumber : Sriwijaya Post

Cek Juga

SABET FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRI SETIAP TAHUN DARI SMAIT RAUDHATUL ULUM SAKATIGA

Alhamdulillah, rasa syukur seluruh civitas akademika SMAIT Raudhatul Ulum Sakatiga, atas prestasi santri/wati yang telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *