Senin, 1 Juni 2020, 8:09 PM
Home / Redaksi / Filosofi Gerak

Filosofi Gerak

OLEH : NURDIN SARIM

“Taharrok Fa inna Fil harakatil barakah,
Wa innal Barakah Fil harakah, wal harakatu fiihal barokah.”

Bergeraklah! karena di dalam pergerakan ada berkahnya, dan sesungguhnya berkah itu tentu dalam setiap gerakan, dan setiap gerakan tentu ada berkahnya

(KH. Abdullah Syukri Zarkasyi)

Segala  sesuatu di alam semesta tunduk pada satu hukum; Hukum Bergerak. Tak ada  yang ‘tak bergerak. Jika anda mendapatkan sesuatu materi yang tetap tak  bergerak, itu hanyalah tipuan panca indra anda. Seluruh materi di alam  bergerak terus menerus mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil.  Pikiran Heracklitus (541-475 SM) ini tanpak mengada-ada atau hanya  pikiran filosofis belaka, akan tetapi ilmu pengetahuan pada masa kita  telah membuktikan bahwa segala benda (baik kecil maupun besar) memang  bergerak secara terus menerus.

Hal ini dibenarkan oleh temuan Fisika  Quantum, temuan ini menyatakan bahwa segala materi di alam semesta terbentuk dari energi quanta, materi yang tersusun dari energi ini  tampak seperti padat karena kelemahan panca indra kita, padahal jika  diteliti dari dekat tampak jelas bahwa materi terdiri dari rongga-rongga  yang berisi getaran energi quanta yang bergerak sedemikian cepat.  Dengan kata lain segala materi yang terdiri dari energi quanta ini akan  terlihat dan terasa pada oleh indra kita dikarenakan pergerakannya yang  sangat cepat. (Quantum Ikhlas by Erbe Sentanu hal 8)

Bukan hanya  materi micro yang bergerak, alam semesta yang super besar ini pun  bergerak dan mengembang secara terus menerus, hal ini dinyatakan oleh  banyak ilmuan, seperti Alexandre Friedmann, Albert Einstein, Georges  Lemaître, Edwin Hubble dan puluhan ilmuan lainnya. Hubble (seorang ahli  astronomi dari Amerika, bekerja di Observatorium Mount Wilson,  California) menyatakan bahwa bintang-bintang dan galaksi-galaksi tidak hanya bergerak tapi juga saling menjauhi satu sama lain. Hal senada juga  dinyatakan oleh  Stephen Hawking’s dalam bukunya Universe, bahwa alam  semesta terus menerus bergerak dan mengembang.

Filosof Islam;  al-Farobi pun menyatakan bahwa seluruh makluk hidup di alam semesta  mulai dari tumbuhan, hewan dan manusia terus-menerus bergerak tiada  henti. Jadi, jika bergerak adalah tabi’at seluruh apa yang ada di 090304160400-largealam  ini mulai dari benda mati dan hidup, dari yang terkecil (atom) sampai  yang terbesar (alam semesta) hendaknya manusia; makhluk yang diberi  pikiran oleh Allah memahami filsafat gerak ini. Dan tidak diam saja  karena diam (kata Heraclitus) berari mati.

Bergerak adalah suatu  kewajiban bagi manusia dan seluruh alam dan segala isinya. Allah telah  menggambarkan dan memerintahkan manusia untuk terus menerus bergerak  seperti ayat berikut “ Sesungguhnya allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri merubahnya” ayat ini mengajarkan pada  seluruh manusia untuk bergerak, mengubah yang negatif ke arah yang  positif, dan mengembangkan diri dan potensi ke arah kemajuan yang lebih  baik lagi.

Filsafat ini telah banyak diaplikasikan oleh manusia  sebelum kita, umat Islam dalam sejarahnya yang gemilang telah  membuktikan filsafat ini. Al-Makmun salah satu kholifah islam, setelah  bermimpi bertemu Aristoteles dalam mimpinya dan bertanya banyak padanya  tentang hakekat hikmah dan kebenaran kemudian mengaplikasikannya dalam  kehidupan nyata, dari sinilah Al-Ma’mun mulai mencanangkan penerjemahan  buku-buku filsafat yunani yang sebelumnya telah dimulai oleh al-Mansur  dan ar-Rasyid. Pergerakan ini telah membuat peradaban Islam menjadi  peradaban terbesar dalam sejarah. Sekali lagi, ini adalah buah hasil  dari filsafat bergerak ini.

Bayangkan, jika para pelajar,  mahasiswa, aktivis, penguasa, ulama, kaum cerdik pandai dan seniman  tidak persirusmengaplikasikan filsafat ini, maka tidak akan ada kota-kota yang  indah, gedung-gedung yang menjulang tinggi, ukiran-ukiran yang mempesona mata, dan buku-buku yang bermanfaat. Pendek kata filsafat bergerak harus terus-menerus diajarkan pada diri kita dan orang lain.

Namun  bergerak tidak asal-bergerak begitu saja secara serampangan, ada  landasan-ladasan dan tujuan yang harus diperhatikan, seperti geraknya  elektron-elektron yang mengitari inti atom (proton dan neutron),  sinyal-sinyal elektromagnetik yang dikirim ke otak oleh panca indra,  galaksi-galaksi dan matahari beredar pada garis edarnya, begitupun  bulan, bumi, planet-planet dan bintang-bintang, pendek kata semuanya  bergerak pada tataran yang rapi dan terarah, dan hal ini mengajarkan  pada manusia pentingnya bergerak dalam tataran keseimbangan dan perhitungan yang cermat.

Jika sistem ini diterapkan dalam  berorganisasi yang terus bergerak dan berdinamika, maka perlu  diperhatikan beberapa hal berikut, diantaranya; menganalisis berbagai  tahapan kemungkinan dalam perkembangan, pemilihan sahabat andalan,  pembagian tugas, mengambil tindakan dini, tidak bertindak sendirian,  menghasilkan solusi yang tangguh dan bertahan lama, mempertimbangkan  segala alternatif seraya terus waspada. Dan menuju suatu tujuan yang  satu; ridho Allah. Hal ini dimaksudkan agar sistem perputaran roda organisasi layaknya seperti peredaran bumi yang mengelilingi matahari  dalam kecermatan dan keseimbangan maha sempurna.

Salah satu  faktor penting dalam pergerakan dalam segala sektor adalah sahabat  andalan dan pembagian tugas seperti yang dinyatkan di atas, hal ini  tercermin dalam kepribadian Nabi Musa as yang memilih Harun sebagai rekannya dalam berdakwah (Thaahaa [20]: 29-35), dan beigtu pun dengan  Nabi kita Muhammad SAW. Dan sumpah Allah terhadap pentingnya pembagian  tugas, hal ini dinyatakan dalalam  surat adz-dzaariyaat [51]: 4 Allah  berfirman “Demi malaikat-malaikat yang membagi-bagi urusan” firman ini  mengajarkan pada manusia akan pentingnya berkongsi antar sesama.

Dengan  menggunakan metode ini banyak waktu yang dapat dihemat dan kemungkinan  penyelesaian tugas dengan cepat, tercapainya kualitas hasil akhir yang  lebih tinggi, tiap peserta dapat mengambil kearifan, pengetahuan, keahlian, dan pengalaman dari mereka yang turut serta dalam pekerjaan  tersebut, kesalahan dan kekeliruan potensial dan kerusakan, yang acap  timbul dari ketergesa-gesaan, bisa banyak dikurangi, akan mempererat persahabatan, persaudaraan, dan kesetiaan sesama peserta, memungkinkan  seseorang mengenal keindahan dan keahlian orang lain dan menepis nafsu  serakah dari kalbu orang bersangkutan, dan akhirnya membuatnya jadi orang sederhana (moderat). (Harun Yahya).

Inilah filsafat bergerak. Jika  filsafat ini dipahami dengan sungguh-sungguh dan dengan tujuan yang baik  maka manusia akan mampu menciptakan kembali peradaban yang beradab dan  kegemilangan yang hilang. Taharrok fa inna fil harakatil barakah, wa innal  barakah fil harakah, begitu kata guru kita.

Cek Juga

Latih Jiwa Sosial, Siswa SMP IT RU Adakan Bakti Sosial di Kab. PALI

Untuk melatih para santri peduli lingkungan dan mengajarkan tentang berbagi, Pondok Pesantren Raudhatul Ulum melalui …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Send this to a friend